Sesion 2 bab.5

1198 Kata

Pagi ini aku bangun kesiangan. Mungkin, karena semalam tidak bisa tidur, hingga mata ini terpejam setelah dini hari. Masih dengan mekena putih dengan ujung berenda yang menempel di tubuhku, seserahan yang diberikan Mas Ammar kala itu. Segera kuambil air wudhu dan kutunaikan rakaatku. Meskipun sesekali sosok Mas Ammar datang dan menjadi imam di depanku. Ya, aku benar-benar tak bisa menjalankan ibadah dengan khusu’. Mungkinkah ini sebagai teguran oleh Allah atas cintaku kepada ciptaannya yang melebihi dariNya? Entahlah, yang pasti aku benar-benar merasa kehilangan. Mentari mulai naik, dimana cahaya hangat itu mulai membias masuk melalui jendela kaca yang gordennya telah kusingkap. Kuikat benda bermotif bunga itu di sisi kanan dan kiri. Tak lupa juga rambut panjang yang tergerai inipun tu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN