Seusai magrib, ada acara kirim doa. Dimana keluarga besar Mas Ammar akan berkumpul bersama para tetangga. Mereka akan mengirimkan bacaan tahlil juga yasin untuk almarhum Mas Ammar. Keluarga inti dari ibu tak ada yang pulang. Mas Adam dan istrinya akan tidur di kamar sebelahku. Sedangkan Mas Adi dan Mbak Sri juga akan menginap di kamar lamanya dulu. Aku masih enggan bangun dari sujudku. Bahkan tiap lafal yang kuucapkan selalu berlinang air mata. Rakaatku kali ini jauh dari kata khusu’ dimana bayang-bayang Mas Ammar terus saja menghantui pikiran. Biasanya, kami berjamaah bersama. Dimana sajadahku akan dibentangkan oleh lelakiku ketika aku mengambil air wudhu. Mas Ammar akan tersenyum ketika aku datang dengan wajah yang basah. Lalu melafalkan niat ketika aku sudah siap dengan mekena y

