Bab.19 Novel Fiksi

1145 Kata

Aku membelalakkan mata, sedangkan senyum kecil tercipta di sudut bibir lelakiku. “Wanita cantik yang sederhana.” Lelaki dengan pakaian santai dan celana jeans itu pun turut duduk di sofa depan kami, berbatasan dengan meja kayu berbentuk persegi panjang. Diambilnya sebuah buku dari tas miliknya, dan sejenak membuka lembaran demi lembaran. Sesekali ia menoleh ke arahku dengan sebuah senyuman. “Hasilnya bagaimana, Kang Dewa?” “Lumayan. Banyak yang mengapresiasi buku fiksi yang kamu buat. Tulisannya rapi dan ada pesan moral yang terselip di cerita itu.” “Kalau Khadijah seperti ini, aku sih gak perlu ditikung pakai doa. Aku yang akan menikungnya,” ucapnya sambil tersenyum dengan nada candaan. Sesekali ia pun menoleh ke arahku, yang langsung kubalas dengan menunduk. Tak ingin saling mena

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN