Sambara belum bisa menebak apa yang terjadi. Bertanya pada Supeno juga percuma, karena jika opanya meminta Supeno diam, maka lelaki berumur itu dipastikan diam seribu bahasa seolah bibirnya dijahit. Akhirnya Sambara pasrah saja, toh ini bukan yang pertama kalinya sang Opa memanggilnya secara khusus tanpa ada informasi tambahan. Saat berada di selasae penghubung ruang utama dengan ruang tengah, Sambara berhadap-hadapan dengan Deon yang sepertinya akan pergi. Deon mengenakan kaos berkerah warna merah dan celana jeans warna khaki. Pakaian santai yang terasa kaku karena bagian bawah kaos dimasukkan rapi ke dalam celana. Di wajahnya tersungging senyum saat bertatapan dengan Sambara. "Baru pulang?" tanya Deon santai. "Ya. Mau pergi?" "Hehehe..., sudah janji dengan Kahayang." Ekspresi Samb

