Chapter 104

874 Kata

Sambara belum bisa menebak apa yang terjadi. Bertanya pada Supeno juga percuma, karena jika opanya meminta Supeno diam, maka lelaki berumur itu dipastikan diam seribu bahasa seolah bibirnya dijahit. Akhirnya Sambara pasrah saja, toh ini  bukan yang pertama kalinya sang Opa memanggilnya secara khusus tanpa ada informasi tambahan. Saat berada di selasae penghubung ruang utama dengan ruang tengah, Sambara berhadap-hadapan dengan Deon yang sepertinya akan pergi. Deon mengenakan kaos berkerah warna merah dan celana jeans warna khaki. Pakaian santai yang terasa kaku karena bagian bawah kaos dimasukkan rapi ke dalam celana. Di wajahnya tersungging senyum saat bertatapan dengan Sambara. "Baru pulang?" tanya Deon santai. "Ya. Mau pergi?" "Hehehe..., sudah janji dengan Kahayang." Ekspresi Samb

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN