Sambara tersentak dan menyadari sesuatu, yaitu dirinya dipantau sang opa. Ia sangat yakin sekali kalau dirinya tidak ada menyebutkan perihal Kahayang. Ia juga sangat yakin tak ada petunjuk yang ia berikan ke Edwin saat ditelepon yang mengarah kalau semalam ia menginap di rumahnya bersama seorang wanita. Diingat berulang-ulang, keyakinan Sambara akan kemampuan dirinya menyimpan sebuah rahasia sangatlah kuat. Edwin yang mendapati cucu kesayangannya terdiam dengan mata elang yang terarah pada dirinya, mencoba menahan senyum gelinya, berusaha untuk mengimbangi tatapan serius Sambara. Edwin yakin kalau Sambara sudah menyadari sesuatu dan juga yakin kalau Sambara tidak akan marah. Mungkin jengkel, tapi tidaklah marah. "Tidak mungkin kan kalau Opa berani otak-atik rumah saya dengan pasang CCTV?

