Chapter 109

1021 Kata

Untuk beberapa saat setelah telepon terputus, Sambara dirundung keputusan yang dilematis. Antara langsung menemui Kahayang dan kemudian berkonfrontasi dengan Deon. Ataukah menunggu sampai nanti malam, mencegah makan malam keluarga terjadi. Antara memilih alur cerita versi Kahayang ataukah alur cerita yang sudah ia susun bersama Elle dan Azka. Sambara tidak punya waktu banyak. Ia memikirkan Kahayang yang pastinya menderita dengan siatusi ini. Dirinya saja pusing dan tegang hingga terasa sangat lelah. Apalagi Kahayang yang seorang perempuan. Fisik dan batin Kahayang pasti tak hanya kelelahan, melainkan juga remuk redam. Akhirnya Sambara membuat keputusannya. Ia tak peduli jika ini akan membuat Kahayang murka. Toh, sudah disepakati bersama kalau dirinya dan Kahayang akan menikah, yang artin

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN