Chapter 108

1736 Kata

Perasaan Deon menjadi tidak nyaman dengan sikap Kahayang yang aneh. Terasa bukan Kahayang yang Deon kenal sebagai si ceria, lugu, dan naif. Kahayang lebih bersikap pasif dengan banyak diam dan baru bersuara jika ditanya. Itu pun jawaban-jawaban seadanya saja yang Kahayang berikan. Sebuah pertanda menyelinap dalam pikiran Deon. Kemarin siang, sedianya ia akan ke toko bunga Kahayang dan akan mengajaknya makan siang. Namun, apa nyana, ia justru melihat Edwin Bimantara dan Supeno masuk ke dalam toko bunga. Tak hanya itu, ia juga mendapati mobil Sambara terparkir, tak jauh darinya. Namun, tak lama Sambara di sana, sepupunya kemudian pergi. Mungkin Sambara juga sama dengan dirinya, segan untuk masuk. Kedatangan Edwin ke toko bunga, meresahkan Deon siang itu. Pikirannya buruk jika sang opa sed

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN