Ibu dan anak itu kini duduk dengan lebih santai, bersandar pada bagian kepala tempat tidur, bersisian. Lia kini menjadi pendengar yang baik. Sesuai janjinya pada sang putri, ia tak menyela sedikitpun kecuali seruan kecil, ungkapan rasa. Lia memekik pelan karena terkejut dan mendesis lirih karena marah. Ternyata selama lima tahun lebih putrinya berhubungan dengan Gery, tak ada perlakuan yang benar-benar baik untuk putrinya. Gery memang tidak memukul, belum pernah bahkan. Tetapi Gery kalau marah sering menyerang Kahayang dengan kata-kata yang melukai dan memojokkan. Gery juga sering kali ingkar janji dengan segala alasannya yang kemudian diketahui Kahayang sebagai dusta. Yang paling mengejutkan bagi Lia yang selama ini mengira putrinya itu buta adalah, sikap ibunya Gery. Ternyata Kahayang

