Chapter 100

1574 Kata

Kahayang, Sambara, terdiam kaku di dekat mobil. Keduanya menatap Lingga dengan tatapan terkejut. Adanya Lingga adalah hal yang tak terpikirkan oleh keduanya. Perasaan khawatir akhirnya menyergap di keduanya. Terutama pada Sambara. Ia baru saja bisa membuka komunikasi dengan Lingga dan Sambara menjadi khawatir akan tanggapan Lingga atas apa yang terjadi pada Kahayang. Tadinya Sambara berpikir urusan dengan Lingga adalah belakangan, karena pastinya Lingga sudah berhadapan dengan ayah ibunya ditambah Sambara akan punya waktu menenangkan diri dahulu. Sambara bukannya akan menghindari Lingga. Namun, urusan antar lelaki, meskipun usia Lingga muda, tetaplah adalah urusan yang harus dihadapin personal, one by one. Dibanding Sambara, Kahayang yang lebih merasa khawatir. Ia juga membayangkan hal

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN