Chapter 101

1793 Kata

Begitu senyap. Bahkan suara napas pun seperti tak ada.  Seolah kehidupan dan waktu berhenti tiba-tiba. Hanya bunyi detak jantung yang masih menandakan bahwa kehidupan masih ada, tidak mati. Kahayang masih dengan posisinya memeluk Sambara sembari duduk. Sambara masih dengan posisinya yang reflek memeluk Kahayang dan menatap gadis itu terkesima. Sedangkan Lia dan Andin yang masih memegang Lingga, menatap sejoli dengan tertegun. Kalimat Kahayang bagai sebuah bom yang tiba-tiba menghantam isi rumah. Rasa syok yang begitu kuat, menekan amarah yang tadi menguasai. Kata-kata terhenti di udara dengan pikiran yang tak bisa terkoneksi pada informasi yang sudah disampaikan. "Ca...ca...lon Ka...kak?" Linggalah yang memecah keheningan tidak jelas itu. "Calon Kakak?" Andin pun mengikuti jejak Lingga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN