Author : Tuan Rahadian menghentikan mobil di depan rumah, bertuliskan "Yayasan Murnia Kasih". Rumah keduanya selama ini. Langkahnya gontai, mendudukkan tubuh lelah di kursi teras. Murnia yang merasa mendengar suara mobil, tapi tidak mendengar suara sapaan seperti biasa, lekas menuju depan. Setelah membuka pintu, dilihatnya sang suami sedang melamun. "Mas, sudah lama?" Tuan Rahadian menoleh. "Lumayan," sahutnya diiringi senyum. "Kenapa?" Murnia ikut duduk di samping Tuan Rahadian, mengelus pundaknya. Terlihat jelas jika lelaki itu sedang menanggung beban masalah. Tuan Rahadian tidak menjawab, hanya mengusap wajah gelisah. "Apa masih tentang ... Andra?" tanya Murnia. Tuan Rahardian tersenyum kecil. "Andra, dulu dia anak yang manis, penurut. Sekarang ... bahkan sahabatnya sendiri seri

