34. Don't Let Me Go

1882 Kata

Andra : Berputar-putar mengelilingi kota sebesar Jakarta untuk mencari seseorang tidaklah mudah. Matahari tinggal seperempat berada di belahan bumi. Entah sudah berapa puluh makian yang keluar dari mulutku. Air mata, aku tak mampu menghitungnya. "Berhenti!" Aku meminta Dicky berhenti di sebuah minimarket. Mobil berhenti. Aku segera turun dan masuk ke dalam minimarket. Sesampainya di dalam, kutunjuk rokok yang biasa aku hisap pada sang pelayan. "Dua bungkus," pintaku. Lalu berjalan menuju lemari pendingin dan mengambil dua botol minuman kopi dingin. Setelah membayarnya aku bergegas kembali masuk mobil. "Ini yang aku enggak suka dari kamu, belum apa-apa udah stress!" Dicky menggelengkan kepalanya saat aku masuk dengan memegang sebatang rokok di'tanganku. "Aku gila, gila ...!" "Iya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN