62. Mimpi!

2135 Kata

Siska : Desahan-desahan itu mengisi ruang kamar bercahaya temaram. Aku memekik, diiringi suara lenguhan dari bibir Andra. Semua bersatu, serangkai irama kenikmatan yang kami ciptakan. "You always hot, Siska ...," bisiknya di samping telinga. Ceruk leherku terasa hangat karena hembusan napasnya. Aku hanya bisa mendesah kembali.  "Arrgghhh ...." Andra mengerang, lalu mengulum daun telingaku. Membuat jemariku semakin erat mencengkram kulit punggungnya. Hingga tak lama kemudian, tubuhnya ambruk di atas tubuhku. Berat, tapi hanya beberapa detik. Dia memutar tubuhnya, terlentang di sampingku. Napasnya terengah, bersahutan dengan deru napasku. Andra memelukku dari samping, menciumi pipiku. Harum tubuhnya, bercampur keringat kemenangan itu. Aku ikut berputar, demi menatap wajahnya. Kuusap

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN