Siska : Suasana berubah hening. Tante Dela merunduk, menghapus air matanya. "Tapi aku yakin, selama ini dalam hidup Andra cuma Tante perempuan yang paling dia sayang. Maminya. Iya, 'kan?" Wajahnya terangkat perlahan. Tante Dela menarik sudut bibirnya. "Iya, kamu benar. Setidaknya Tante punya Andra, yang selalu menjadikan satu-satunya Mami buat dia." "Kalau gitu, sekarang kita mulai bikin kuenya, deh, ya. Takut keburu siang, Siska ada jam kuliah soalnya," ucapku yang diakhiri ringisan malu. "Ya ampun, kelamaan curhat, ya? Tante jadi malu." "Enggak apa, Tante. Siska seneng, kok." Aku tersenyum. Tante Dela menatapku, lalu membelai pipiku. "Enggak salah Andra pilih kamu, Siska." Aku tersenyum kecut. - Setelah hampir dua jam, akhirnya rainbow cake buatan kami matang dan mengembang den

