36. Orang yang sama, Rasa yang berbeda

1110 Kata

Aku menoleh menatap ke arah dapur sebelum bersedekap menatap Pak Mahesa. Pria itu kini juga sedang menatapku dengan sebelah alis terangkat dan tangannya masih menggosok rambutnya dengan handuk. Aku menatap pria itu dengan pandangan menilai. “Kenapa kamu liatin saya begitu?” Aku buka suara dengan suara berbisik berharap Ambu tidak bisa mendengar suaraku. “Bapak terlalu mendalami peran. Kita pura-pura di depan orang tua bapak aja kenapa─” Pak Mahesa mengerutkan alisnya.“Ngapain kamu bisik-bisik terus dari kemarin udah lancar panggil Mas kenapa sekarang balik ke settingan awal lagi sih?” potong Pak Mahesa dengan nada kesal. “Sshhhh..." Aku panik dan memberi kode agar Pak Mahesa menjaga volume suaranya agar tidak sampai didengar Ambu. "Kita cuma─” “Teteh…” Suara Ambu terdengar membuat aku

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN