37. Orang yang sama, Rasa yang berbeda

1210 Kata

Aku menatap Pak Mahesa dan aku bisa menilai Pak Mahesa tidak berbohong. Aku bisa membayangkan situasi saat itu dan kalau aku berada di posisi yang sama pun aku tidak akan tega merusak kebahagiaan yang muncul diwajah Ambu. Aku terlalu mencintai Ambu dan aku yakin Pak Mahesa juga mencintai Mamanya. “Saya minta maaf karena saya melibatkan kamu tapi saya memiliki alasan-alasan kenapa saya melakukan semua ini.” Aku menghentikan langkahku mendengar ucapan Pak Mahesa dan Pak Mahesa ikut menghentikan langkahnya menyadari aku tidak lagi melangkah. Pria itu menoleh menatapku bingung. “Alasan-alasan?” Pak Mahesa menganggukkan kepalanya, “Saya memiliki alasan yang rasanya belum tepat saya jabarkan semua sekarang. Untuk saat ini hanya itu yang bisa saya jelaskan ke kamu tapi sebelum saya melakukan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN