38. Realita

1130 Kata

Aku membuka mata menatap langit-langit kamarku. Libur sudah selesai dan hari ini aku kembali ke Jakarta bersama dengan Pak Mahesa. Kembali ke Jakarta akan selalu terasa berat karena aku harus kembali meninggalkan Abah dan Ambu kembali menjalani kehidupan orang dewasa yang sibuk mencari nafkah demi jalannya kehidupan. Rasanya semua yang kulakukan hari ini terasa berat. Nafsu makanku mendadak lenyap dan semangatku seakan menguap. Aku dan Pak Mahesa berpamitan pada Abah dan Ambu. Aku memeluk Ambu erat disaat Pak Mahesa entah bicara apa dengan Abah di dekat mobil milik Pak Mahesa. "Jaga diri ya, Teh. Ambu sama Abah akan selalu doain Teteh. Aku hanya bisa menganggukkan kepala sambil memeluk erat Ambu. Aku memanfaatkan waktu yang aku miliki untuk menghindu aroma tubuh Ambu yang nanti pasti a

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN