"Jadi, apa yang berhasil kita kumpulkan?" Deny menatap satu-satu orang di hadapannya yang kini duduk melingkar dengan kantuk tak tertahankan. Hanya ia dan Fira yang terlihat cukup bugar setelah bangun tidur jam empat lewat sepuluh tadi. Bima dan Laila sudah terlihat ingin menutup matanya ketika menapakkan pantatnya di karpet ruang tamu. Ia menatap Fira yang juga ikut terkantuk seperti Laila dan Bima. Bima sudah ingin memejamkan mata, jika saja tubuhnya tidak terkaget ketika kepalanya hampir jatuh menyentuh lantai. Laila yang pura-pura memejam sebentar tapi kemudian keterusan memejam hingga kemudian membuka sebentar. "Apa dirinya terlalu terburu-buru hingga tak manusiawi terhadap teman-temannya sendiri?" Deny membatin. Melihat orang-orang yang membantunya malah kesusahan membuat Deny mer

