Malam itu tak menghasilkan apapun bagi Laila kecuali kepahitan dan cemburu membakar hati ketika melihat Fira dan Deny tidur berpelukan berdua. Gadis itu menatap diam-diam dua sejoli yang sedang kasmaran tersebut dengan pedih. "Seandainya itu aku." Laila membatin. Ia dan Bima sudah berjaga lebih dari tiga jam, tapi ini sudah melebihi jam tiga hampir menuju jam empat karena Deny berbaik hati menambah jam tidur Laila dan Bima. Baik hati apanya? Lelaki itu ingin terjaga lebih lama sambil bemesraan dengan Fira. Laila menghela nafas. Betul tadi harusnya ia ngotot untuk membatalkan misi ini. Ia bukannya tak suka dirinya-Deny, Fira, dan Bima kembali berbaikan. Tapi tentu harga yang harus dibayar juga ketika keempatnya menjadi sahabat rekat kembali adalah romansa tak terhindarkan yang harus dik

