Dua hari kemudian. Steve menatap seorang lelaki di hadapannya dengan penuh minat. Mereka kini tengah berada di restoran Itali sebuah hotel ternama. Rudolph, untuk pertama kalinya, dia tak membual. Lelaki berusia sekitar enam puluhan tahun di hadapannya ini sangat mirip dengan Lyana. Dari skala satu hinggga seratus, kemiripan mereka berada di angka sembilan puluh satu. Sangat mirip? Tentu saja. Jika Lyana memiliki mata biru gelap yang indah dan memabukkan, maka lelaki ini memiliki retina biru muda, sangat muda, sehingga tampak sangat pucat. Tetapi meski pucat, mata ini memiliki aura paling dingin, misterius, dan mengandung kekejaman. Satu kata tentang lelaki di hadapannya. Iblis. Melihat sosok ini, Steve seolah diingatkan akan Kendall. Ayahnya juga tak berbeda jauh dengan sosok ini.

