Mengerucutkan bibir,”remaja tampan yang disebelahnya.” “Kalau aku bilang mereka tidak berpacaran, apa kamu percaya?” “Tidak. Aku lebih percaya pada penglihatanku sendiri.” Mendengus,”ya sudah. Aku tidak mau bilang.” “Kamu bersama mereka?” “Siapa?” “Anak laki-laki yang duduk bersama Rena, Siska dan Santi.” Ceking tertawa tertahan,”tidak. Aku datang sendirian.” “Jangan bohong kamu. Aku lihat kamu pemain baru di club ini.” “Pemain baru?” “Itu istilah yang digunakan oleh pelanggan club, bagi pengunjung yang baru muncul. Seperti kamu.” “Oh. Aku paham sekarang,” tersenyum lebar. “Jadi?” “Apa maksudmu?” “Kamu bukan teman si Rena. Kamu juga pendatang baru. Apa aku boleh menjadi temanmu? Aku ajari kamu semua pengetahuan tentang club.” “Menarik. Pengetahuan apa yang harus kuketahui ag

