“Malam, Ara.” “Hai, Bunda. Selamat malam.” “Bagaimana kabarmu?” “Ara, baik-baik saja. Bunda sendiri bagaimana?” “Baik. Bunda juga baik. Apa Reynaldy sama Amalia masih menemanimu?” “Masih. Hanya saja beberapa hari ini, Ceking disuruh pulang sama Ibunya,“ mencebik. “Mengapa? Bukankah malam menginapnya masih kurang satu minggu lagi?” “Ara tidak mengerti. Tapi yang jelas, dia harus menjaga adiknya yang masih kelas satu Sekolah Dasar. Dia bilang Ibu sama Ayah harus kerumah saudaranya yang di Jombang.” “Baiklah. Tapi kalian tidak hanya berdua saja, kan?” “Tidak Bunda. Ada Bik Sumi yang menemani kita. Bahkan dia menemani Ara tidur di kamar.” “Kalian satu kamar? Kok tumben, anak Bunda minta ditemani?” “Ara kangen Bunda. Kalau tidur sama Bik Sumi, serasa ada Bunda yang menemani.” “Uuuh,

