Gelak tawa terdengar dari warung bakso yang ada di depan sasana. Semua murid perguruan karate tangan hati mendapatkan jatah masing-masing. Bahkan ada yang sampai nambah hingga tiga mangkok porsi lengkap. Dengan seporsi harganya sepuluh ribu rupiah. Karena uang taruhan yang dimenangkan dari Rena and the gengs sangat banyak. Setiap orang dapat makan bakso traktiran mereka sepuasnya. Di saat Amalia dan teman-temannya tertawa dan bercanda ria, di sudut café kopi lanang yang ada di tengah kota, ada tiga orang gadis yang tengah cemberut juga mengumpat. Mereka mengepalkan tangan menahan amarah. Terutama sang ketua, dia menggembungkan pipi dan matanya memerah. Dia menyibak rambut yang menutupi wajahnya dengan kasar. “Haish, sialan tuh si Ceking. Ternyata dia hebat juga.” “Iya, aku juga tidak m

