Psikopat itu...

2123 Kata
Author pov Trakk Trakk Suara patahan tangan yang sempat menegang dan coba di lemaskan itu, membuat beberapa wajah yang kini sedang memandanginya dengan seksama itu jadi bergidik, ngeri, seolah leher mereka lah yang selanjutnya akan di patahkannya. “Kalian semua di bayar untuk mengejar kriminal dan menjaga keamanan warga sipil tapi... apa yang kalian lakukan?” . . Brakkk Suara gebrakan itu memecah keheningan karena tak ada satupun dari kesatuan tim yang menjawab tanya komandan mereka itu. “Maaf komandan” “Aku tak meminta maaf darimu, yang kubutuhkan si pelakor hunter itu...” Balasnya tegas, sudah tak bisa menerima jawaban lainnya. “Kalian bisa saya keluarkan dari kantor ini, jika masih belum menemukan setitik pun petunjuk si psikopat itu” Ancamnya kemudian, memmbuat beberapa wajah kini jadi di rundungi kekhawatiran akan kehilangan pekerjaan mereka. “Aku sudah tak mau tahu, jika sampai ada satu korban lagi yang ditemukan, leher kalian yang akan aku cekik sampai habis darah kalian itu...” “Ah!!” Tiba-tiba seorang detektif ber-ah, dari wajahnya tergambar jelas kalau ia menemukan sesuatu di kepalanya. “AH?? Kau-“ “Pak, apa kita bisa... memancing si pelakor hunter itu... maksudku, kita saja yang di cekik” Usul salah satu anggota tim detektif Ryan “Hah???” Semua orang tak mengerti dan jika mengertipun pasti tak akan sudi jika harus mati tercekik oleh psikopat buruan mereka itu. “Maksudku, kita bisa berpura-pura untuk menjadi seperti para korbannya, acting berselingkuh dengan wanita di hotel, mungkin saja dia terpancing bukan?” Jelasnya. “Tidak, itu akan terlalu beresiko, lagi pula-“ “Lakukan! jika itu memang bisa membuat kita menemukan psikopat gila itu” “Tapi-“ “Ryan! kamu harus kejar si pelakor hunter itu, tak peduli dengan cara apapun!” “Itu terlalu berbahaya! Lagi pula psikopat itu bukan tandingan kita semua, bagaimana jika ada sampai memakan korb-” Detektif Leo ikut menimpali jadinya. “Satu nyawa kalian akan di balas dan di beri tanda jasa oleh nagara ini, jadi lakukan apa saja agar bisa menangkapnya...” Balas sang komandan sebelum kemudian ia pergi meninggalkan anggotanya itu. “Kapten!!” “Tenanglah dulu, kita cari jalan lain dan bawakan semua berkas penyelidikan dari awal, kita periksa ulang semua itu dari awal!” Perintah Detektif Ryan semua anggota timnya. “Ahhh baiklaah...” . . . “Pasti ada yang terlewatkan, semua motifnya pasti akan membawanya ke arah jati diri si psikopat ini...” Gumam detektif Ryan, sambil menatapi kesemua deretan foto korban yang memiliki satu kesamaan itu. Tapi entah bagaimana saat ia mencoba melakukan reka ulang di kepalanya, terbayang wajah dari sosok tampan yang belakangan ini selalu di temuinya yang menjadi pemeran utama dan merupakan pelaku dari pembunuhan itu. “Entah kenapa itu cocok sekali dengan aura si dokter itu, ini dilakukan dengan sangat keji tapi cantik dan rapi seperti perkerjaannya, yang selalu membedah wajah wanita...” “Siapa? Dokter Boy??? Eeeyyy tak mungkin... dia ramah begitu, tak mungkin dia bisa membunuh sekeji ini” “Dan menurutku bukankah pekerjaan si pembunuh ini, mencerminkan sosok yang ahli dalam seni... lihat saja tatonya...” “Benar, soal tatonya ini...” Tato yang terbordir di d**a setiap korban yang merupakan nomor barkode urutan kematian korban yang selama ini di selidiki masih belum juga terpecahkan maksud dan motif si pelaku melakukannya. “Dari hasil pemeriksaan lab pun masih sama, itu hanya tinta tato biasa, dan taka da yang janggal soal pembelian ataupun distribusi tinta tattoo belakangan, justru malah terlalu biasa sampai kita sulit melacak jejak si pelakor hunter ini...” “Ahh, ini benar-benar membuatku gilaa....” . . “Aku bukan orang gila yang mau percaya tes kaya gituan...” “Beneran ill, tapi secara psikologis ini bisa membuktikan kalau seseorang itu psikopat atau bukan...” Ill kini mulai terpancing untuk melakukan tes online yang terdiri dari sepuluh pertanyaan itu. “Apa coba?” Tanya Ill yang akhirnya ingin mencoba juga karena cukup di buat penasaran karenanya. “Jawab yaaa... ‘Ada dua orang saudara wanita bernama Clara dan Gaby. Suatu hari ketika berada di pemakaman ibunya, Clara melihat seorang pemuda tampan dan langsung jatuh cinta. Namun sayang Clara tak bisa menemukan pemuda itu karena ia tak tahu siapa dia sebenarnya. Nah pada suatu hari Clara membunuh saudarinya, Gaby. Mengapa Clara melakukan itu... “ Ill kini tampak jadi memiringkan kepalanya, ia berusaha memikirkan wajaban untuk pertanyaan dari teman kerjanya itu. “Oohh, mungkin Si Gaby itu ternyata adalah pacar dari pemuda tampan itu, makanya si Clara bunuh si Gaby...” Balas Ill, “Jawaban kamu kaya orang normal kebanyakan kok, berarti kamu bukan psikopat...” “Lah, memangnya jawaban psikopat akan seperti apa?” “Kalo psikopat jawabnya bakal kaya gini, ‘Clara membunuh Gaby dengan harapan lelaki tampan tersebut akan datang kembali saat pemakaman Clara berlangsung’... gitu” Jelas teman Ill itu sesuai dengan jawaban yang tertera pada situs online itu. “Jadi dia bakal bunuh sodaranya, cuma gara-gara waktu ketemu itu lagi ada acara pemakaman gitu??? Waahh gila itu orang...” “Bukan gila, tapi psycho” “Lanjut ke yang kedua, okey... kalau kamu seorang psikopat, kamu akan pilih warna merah atau warna putih?” “Ehmm... merah, siapa tau ajakan mereka ngebunuh itu karena suka sama warna merah darah...” Terka Ill “Sok tau, jawabanna itu putih, psikopat itu bakal cenderung memilih warnia putih itu karena warna putih itu tidak mewakili rasa dan emosi apapun seperti apa yang di rasakan oleh seorang psikopat...” Ill diam mendengarnya, ia benar-benar tak bisa memahami perasaan dan juga isi kepala seorang psikopat. Sampai tak lama kemudian muncullah kekasihnya yang menampilkan wajah berseri-serinya, yang mampu mengusir semua ketakutan juga kebingungannya atas obrolan tentang psikopat itu. “Ada apa Ill? Wajahmu...” Tanya Boy saat langsung menemukan wajah Ill yang selalu di perhatikan sampai ke detailnya untuk membaca bagaimana emosinya itu. “Aku gak papa kok dokter...” Boy memperhatikan sejenak, ingin melihat dan mengetahui apa yang coba di sembunyikannya itu. “Ini... kenapa tadi ini berkerut? Kamu tadi pikirin apa?” Tanya Boy sambil menunjukan jari telunjuknya lembut pada kening Ill. “Psikopat....” Jawab Ill singkat sambil memgerutkan bibirnya. “Psikopat? Ada apa dengan psikopat?” “Aku takut pada psikopat dokter...” Ungkap Ill tak sadar pria yang sedang duduk dengan memasang wajah manis di depannya itu adalah seorang psikopat. “Dokter, suka warna putih atau warna merah?” Tanya Ill tiba-tiba pada Boy, Kedua alisnya sampai di naikannya tak mengerti tiba-tiba di beri pertanyaan seperti itu. “Ehm, putih?” “PUTIH?? dokter pilih putih? kenapa gak pilih merah?” Ill mendadak bersikap over pada Boy setelah ia menjawab warna putih ketimbang warna merah yang di tanyakan padanya itu. “Memangnya kenapa sama warna putih? Saya suka karena itu bersih, bahkan kenapa harus ada warna lain jika sudah ada warna putih...” Ill terdiam, ia mencoba mencerna jawaban kekasihnya itu “Ill, jangan berlebihan tes psikopat itu tak seakurat itu...” Sahabatnya menimpali dari kejauhan, ia tak tahan melihat wajah Ill yang seperti jadi terganggu karena bahasan mereka sebelumnya itu. “Benar... Dokter gak mungkin psikopat, mana ada psikopat tampan dan baik hati seperti ini...” Ucap Ill akhirnya bisa tersenyum kini “Kamu mau tau psikopat itu seperti apa?” Tanya Boy tiba-tiba “Ehm?” “Kamu ingin tahu psikopat itu seperti apa? Saya bisa tunjukan padamu...” . . . Dan sepertinya Boy benar-benar ingin menunjukan apa yang namanya psikopat itu pada kekasihnya itu. Ill kini di bawanya ke sebuah ruangan di rumahnya, yang sebelumnya belum pernah di tunjukannya pada Ill. “Kemari...” Ucap Boy sambil menyalakan lampu yang menghasilkan cahaya remang-remang menerangi deretan buku-buku lama yang memenuhi rak buku di sisi kanan dan kirinya. “Ini... bacalah...” Boy menyerahkan sebuah buku jurnal catatan psikopat yang selama 20 tahun lebih di milikinya. “Jurnal Psikopat....” “Ehm, bukankan kamu ingin mengetahui tentang psikopat?” Ill tak mengangguk dan tak juga menggelengkan kepalanya, hanya diam di penuhi keraguan setelah menerima buku dari kekasihnya itu. '.... Psikopat (psychopath), atau sering disebut dengan psycho, adalah gangguan mental yang ditandai dengan kurangnya empati dan kontrol perilaku yang buruk atau impulsif. Sikap ini mengakibatkan penderitanya memiliki perilaku antisosial, serta cenderung melanggar aturan dan melakukan tindak kriminal, termasuk kekerasan. Menurut para ahli psikologi, psikopat sebenarnya adalah bagian dari gangguan kepribadian antisosial (antisocial personality disorder/APD). Beberapa ahli menyebut, psycho dan APD memiliki pengertian yang sama, tetapi sebagian lainnya menilai psikopat merupakan bentuk dari APD yang parah. Adapun seseorang dengan kondisi ini umumnya bersikap manipulatif untuk mendapatkan kepercayaan orang lain. Mereka belajar untuk meniru emosi, yang sebenarnya tidak mereka rasakan, dan akan tampak seperti orang yang normal. Bahkan, mereka seringkali menunjukkan kepribadian yang hangat dan memesona. Penderita kondisi ini pun sering kali berpendidikan tinggi dan memiliki pekerjaan yang stabil. Bahkan, terkadang mereka memiliki keluarga dan hubungan jangka panjang lainnya tanpa seorangpun tahu sifat sejati mereka. Inilah kenapa banyak orang yang tidak menyadari jika ada seseorang dengan kondisi ini di lingkungannya. Meski demikian, seseorang yang psycho sebenarnya tidak peduli dengan perasaan orang lain. Karena itulah, banyak di antara mereka yang melakukan hal tak bermoral, sering berbohong, bahkan kriminal, tanpa penyesalan dan rasa bersalah. Sikap inilah yang kemudian berdampak luas pada kehidupannya, termasuk merusak pekerjaan, sekolah, serta hubungan dengan keluarga dan lingkungan sosial. Karakteristik, kriteria, atau ciri-ciri orang psikopat seringkali dapat dikenali sejak masih anak-anak dan semakin memburuk seiring waktu. Gejalanya pun cenderung memuncak pada usia akhir masa remaja dan awal usia 20-an, yang terkadang membaik dengan sendirinya saat seseorang berusia 40-an. Penderita kondisi ini mungkin akan terlihat sebagai orang normal pada awalnya dan kerap bergaul di masyarakat. Padahal, ia memiliki karakter tersembunyi yang berkebalikan. Karakter atau ciri-ciri khas dari psikopat yang umum dimiliki adalah: 1. Memesona dan pintar berbicara Psikopat biasanya punya kecenderungan untuk bersikap baik, menarik, menawan, cerdik, dan pintar berbicara. Mereka umumnya berbicara dengan cepat dan berenergi, dan sering menyela pembicaraan orang lain dengan berbagai informasi yang meyakinkan. Kebanyakan orang benar-benar menyukai individu dengan sikap seperti ini. 2. Percaya diri dan memiliki arogansi tinggi Psikopat adalah seseorang yang memiliki pandangan yang terlalu tinggi akan kemampuan dan harga dirinya, percaya diri, tampak karismatik atau menggetarkan bagi orang lain, serta sombong. Orang dengan kondisi ini percaya bahwa mereka adalah manusia yang unggul. 3. Tak tahan rasa bosan Seseorang dengan psikopati sering kali memiliki kedisiplinan yang rendah dalam menjalankan tugasnya hingga selesai, karena mereka mudah bosan. Mereka tidak akan bisa bekerja dalam pekerjaan yang sama untuk waktu yang lama atau tugas-tugas yang mereka anggap membosankan atau rutin. 4. Senang akan perilaku antisosial yang membahayakan Perilaku antisosial seperti menipu, berbohong, merampok, mencuri, berkelahi, berzinah, dan membunuh merupakan perilaku yang menarik bagi penderita kondisi ini. Mereka tampak tertarik dengan perilaku antisosial yang berisiko tinggi tanpa tujuan yang jelas. 5. Kurang rasa penyesalan atau rasa bersalah Psikopat cenderung tidak peduli, tidak memihak, berhati dingin, dan tidak empati. Oleh karena itu, penderita kondisi ini tidak akan peduli akan kerugian, rasa sakit, dan penderitaan korban. 6. Cenderung memiliki gaya hidup parasit Ciri-ciri psikopat lain adalah memiliki ketergantungan yang disengaja pada orang lain, seperti dalam hal uang. Ia juga manipulatif, egois, dan mengeksploitasi/memanfaatkan orang lain untuk memenuhi kebutuhannya, karena ia sendiri kurang motivasi, memiliki disiplin yang rendah, dan tidak mampu menyelesaikan tanggung jawab. 7. Tidak dapat mengontrol perilaku Psikopat memiliki perilaku mudah marah, jengkel, tidak sabar, mengancam, agresif, dan mencaci maki. Hal tersebut hasil dari kurangnya pengendalian akan kemarahan dan emosi. 8. Masalah perilaku sejak usia dini Mereka sering melakukan berbagai perilaku seperti berbohong, mencuri, melakukan kecurangan, merusak, mengintimidasi, beraktivitas seksual, mengonsumsi alkohol, dan melarikan diri dari rumah pada usia kurang dari 13 tahun. 9. Perilaku seksual yang tidak menentu Sebagian orang dengan kondisi ini seringkali memiliki hasrat seksual yang dianggap abnormal, seperti memiliki hasrat yang kuat dan terus menerus untuk melakukan kontak seksual dengan anak. Ini dilakukan untuk memuaskan hasratnya. 10. Tidak mampu untuk mencintai Psikopat sangat egomaniak hingga ke titik yang sulit bagi orang normal untuk memahaminya. Mereka sangat mementingkan diri sendiri dan hal itu tidak dapat diubah, sehingga membuat mereka benar-benar tidak mampu mencintai orang lain, termasuk orangtua, pasangan, dan anak-anak mereka sendiri. Satu-satunya perlakuan baik yang diperlihatkan oleh psikopat adalah ketika hal itu dapat digunakan sebagai keuntungan mereka atau memudahkan rencana dan tujuan mereka. 11. Tidak dapat mempertanggungjawabkan kegagalan Orang yang psycho terpaksa harus berpura-pura ketika mereka harus meniru emosi manusia normal yang sebenarnya tidak pernah ia rasakan. Hal ini berlaku ketika mereka menghadapi kegagalan. Ketika mereka menjadi rendah hati dan mencoba untuk memperbaiki kesalahan mereka, sebenarnya mereka memiliki tujuan untuk berperan sebagai martir sehingga orang lain tidak perlu menyalahkannya..... .... Ill diam setelah membaca keseluruhan penjelasan tentang Psikopat itu. Matanya kemudian di bawanya memandangi seseorang yang saat ini sedang berdiri di hadapannya. "Dokter... Kenapa dokter punya catatan psikopat selengkap ini?" .... ...
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN