Hadiah untuk Alea

1925 Kata

Alea memandang ke arah luar jendela mobilnya dengan perasaan hati bergemuruh. Ia akan mengunjungi makam ayahnya. Airmatanya berhasil lolos menetes melihat area pemakaman itu. Tempat terakhir kali ia melihat ayahnya dikebumikan. "Lea, jangan nangis, sayang," Alea langsung mengusap airmatanya. Ia tersenyum pada Zaldi, laki-laki itu turun dari mobil dan membukakan pintu mobil untuk Alea. "Tunggu bentar ya, kakak mau beli bunga dan air," kata Zaldi seraya mengunjungi satu warung dekat pemakaman. Alea hanya berdiam diri. Sekilas ingatan bersama ayahnya dan Irzan muncul dikepalanya. 'Bang Irzan jangan jail sama, Lea!' Alea kecil menarik-narik tangan Irzan yang diacungkan ke atas untuk mengambil ikat rambutnya. 'Lea jangan iket rambut. Rambut Lea panjang lurus bagus kalo diurai,' 'Tapi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN