Langkah Zaldi terkesan sangat cepat. Ia sedang dikejar waktu untuk pemotretan yang sudah telat tigapuluh menit. Ia hanya tidak ingin membuat orang-orang menunggunya lama. Karena memang Zaldi bukan tipe orang yang sering terlambat, dan tidak suka ditunggu. Lebih baik ia menunggu atau tepat waktu. Karena ia tidak tahu pekerjaan apalagi yang akan dilaksanakan oleh tim pemotretannya. "Assalam'ualaikum, maaf telat," salam Zaldi pada tim yang sedang mempersiapkan pemotretannya. Baru saja berdiri tegak, tubuh Zaldi sudah ditabrak Kinar dari belakang dengan kencang hampir membuat Zaldi tersungkur. "Kinar!" desis Zaldi seraya menarik hidung wanita anak satu itu. "Aduuhhh.. Maaf, Zal. Galak amat lo, gue kan nggak sengaja," kata Kinar. Zaldi hanya mendengus melihat wajah menyebalkan itu ten

