Alea menatap langit biru yang sangat indah, di sampingnya berdiri Zaldi yang sedang memotret jalanan ramai. Senyum Alea tak luntur sejak tadi, dirinya berfikir, tak terasa ia sudah menikah. Rasanya belum lama ia ke Korea dengan status gadis dan didampingi Ayahnya. Sekarang berubah, ia sudah menjadi istri dan pergi kemana-mana bersama Zaldi. Meski ayahnya sudah tiada, Alea tetap tersenyum. Karena tidak baik larut dalam kesedihan. Itu yang selalu ayahnya ajarkan. "Mau difoto gak?" tanya Zaldi membuyarkan lamunan Alea. "Gak mau. Pengen makan aja." Alea menunjuk kedai kecil yang ada di tengah-tengah antara restoran dengan salon spa. Ada beberapa orang yang sedang menikmati makanan di kedai tersebut. "Boleh. Ayo." Zaldi tersenyum, ia menuntun Alea lembut. "Tangan kamu dingin? Di sini pa

