Alea meringis ketika dokter membawa suntikan ke hadapannya. Sebelum dokter tersebut menyuntikkannya ke lengan Alea. Ia menahannya sejenak. "Dokter, tolong bilang kalo Lea itu keguguran ya," kata Alea lirih. Dokter mengernyitkan alisnya. "Kondisi kehamilan Ibu Lea baik-baik saja. Kenapa saya harus berkata seperti itu?" tanyanya. "Ini kepentingan pribadi Lea sebagai pasien. Tolong dokter, Lea janji gak bakal menyalah gunakan kepercayaan dokter." Alea memegangi tangan dokter berjilbab serta berkacamata itu. Dokter mengangguk kecil, ia mengusap lengan Alea. "Saya mengerti. Tapi janji ya untuk tidak menyalahgunakan kepercayaan dari saya." Alea tersenyum. Ia membiarkan dokter menyuntiknya. "Ini obat penenang supaya Ibu tidak merasa sakit lagi perutnya. Banyak makan buah-buahan, dan minum s

