Mimpi

1382 Kata

Alea berjalan menyusuri tembok rumah sakit, dengan plastik putih berisi obat yang baru selesai ia tebus di apotek rumah sakit. Airmatanya tak henti-hentinya keluar padahal sudah ia tepis berkali-kali. Ia hanya tak ingin tangisan yang keluar akan menjadi prahara untuk Zaldi jika ia pergi. Biar bagaimanapun Zaldi seorang entertaint, pasti akan banyak berita miring tentangnya jika ada yang melihat Alea seperti ini. Dengan berat hati Alea meninggalkan halaman rumah sakit, ia memilih menunggu Irzan di halte depan. Meski langkahnya tertatih, Alea tetap berjalan ke halte sendirian, tak peduli lagi tatapan orang yang menatapnya aneh. "Bang Irzan mana ya? Kok lama banget," katanya setelah duduk selama beberapa menit di halte. Ia sangat lapar sekali, setelah menunggu setengah jam pun Irzan mas

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN