Tatapannya kosong menatap langit pagi yang mendung, kilatan cahaya seperti tak mampu mengembalikan kesadarannya akan sekitar. Yang ia lakukan hanya diam bersandar pada sofa yang ada di balkon, ditemani dengan lantunan murothal yang keluar dari ponselnya. Ketika matanya mengedip, setetes airmata lolos ke pipinya. Menangisi kesalahan yang telah ia lakukan, semakin lama, cairan bening itu kian deras turun disertai dengan isakan-isakan kecil yang memilukan. "Ampuni Lea, Ya Allah.." lirihnya. Alea menutup wajahnya dengan telapak tangan kanan, beristighfar terus menerus, meminta ampunan pada Allah atas kesalahan yang telah ia buat. "Sayang.." Zaldi datang dengan suara lembutnya mampu membuat Alea sedikit tenang. "Masuk yuk, anginnya gak baik nih," kata Zaldi seraya menuntun Alea masuk. T

