Alea berjongkok ketika ia merasa sedikit pegal pada kakinya, ini baru setengah perjalanan. Ia mengusap kedua matanya yang terus menangis, ia benci keadaan seperti ini. Kepalanya terasa berdenyut, mengingat ketika kedua tangannya ditahan di belakang tubuh, mulutnya dicekoki minuman yang terasa pahit, dipukul di bagian kepala, dan rasa sakit itu muncul kembali. Alea menjambak kepalanya dengan kasar, kerudungnya sudah tak beraturan. Ia melihat sekeliling, tak ada satu orang pun, tak ada satu kendaraan pun yang lewat. Rasa takutnya kembali, kakinya terasa lemas dengan kepala yang terus berdenyut mengingat masa lalu. "Ayah.." lirihnya. "ARRGGHG!!" jerit Alea tak tertahan. "Astaghfirullah.." Alea merasa dadanya kian sesak, matanya berkunang-kunang, kepalanya sakit. "Astaghfirullah.. Alea

