Lima belas

1086 Kata

Bak sedang di kejar-kejar setan, begitulah Revan menyantap bakmienya. Panas yang membakar lidahnya kini tak ia rasakan lagi, karena kini, rasa yang ada dalan dirinya hanya satu, yaitu rasa marah. Kembali lagi Revan memperhatikan seisi cafe, kali ini ia benar-benar mencarinya dengan teliti. Namun bagaimana pun ia mencari, ia tak dapat menemukannya. 'Di mana sih dia? Apa dia berubah jadi semut? Jelas-jelas motornya ada di depan, tapi kenapa orangnya tidak ada?' batin Revan. Entah angin apa yang membawa pandangannya kembali ke luar, ke motor yang terparkir itu. Betapa terkejutnya ia melihat di sana sedang ada pria yang akan membawa sepeda motor itu. 'Apa? Jadi itu bukan motornya? Berarti dari tadi aku sedang mencari sesuatu yang tidak ada? Menunggu sesuatu yang tidak pasti? Astaga Revan,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN