Dengan penuh tanda tanya, Revan mencoba untuk tetap tenang. Ia tak ingin lagi mendapat ledekan dari papinya seperti pagi tadi, di tambah lagi suasana hatinya sedang kacau balau. 'Lelucon macam apa ini?' batin Revan, lalu kembali lagi ia memikirkan apa yang sebenarnya terjadi. 'Pagi tadi aku melihat pemandangan yang sangat indah, aku juga menyambut pagi dengan senyuman agar hari ku selalu indah, tapi kenapa setelahnya aku justru bernasib sial seperti ini? Pencarian ku sia-sia, meskipun akhirnya membuat ku tersenyum lega. Tapi senyumku hanya sementara, yang kini berubah menjadi kekacauan dalam hatiku. "Ada apa anak gila? Kenapa kau berubah-ubah seperti orang gila seperti itu? Kadang senyum, tertawa, manyum, persis seperti orang gila." ledek Guntoro. "Tidak ada apa-apa pi" jawab Revan ber

