“Apa? peluk? segampang itu kamu berucap! kamu memang nggak punya hati!” Aya terkekeh di tengah-tengah tangisnya. Bisa-bisanya lelaki yang berstatus mahasiswanya ini berani mengancamnya? Mata Aya terpejam sekilas, dan bersamaan dengan itu, air matanya mengalir semakin deras. Mungkin, Aya terkesan cengeng dan berlebihan. Namun, percayalah wanita manapun yang mengalami hal ini tanpa diinginkan, pasti juga akan merasakan hal yang sama sepertinya. Sedih, menyesal dan dadanya terasa sesak. Belum lagi… ah sudahlah, pikiran Aya mungkin terlalu jauh. Pikiran buruk sempat menerpa Aya karena khawatir perbuatan mereka semalam akan meninggalkan jejak di rahimnya. Tidak mungkin, kan? mereka hanya melakukannya satu kali. “Ya, justru karena saya punya hati, saya menawarkan pelukan,” sahut Biru tenang, b

