Janda Tapi Perawan

1444 Kata

“Dingin…” seorang wanita bermumam dengan mata yang masih terpejam. Tubuh polosnya masih tertutup oleh selimut tebal, namun hanya sebagian. Dia berusaha menarik selimut itu sekuat tenaga, karena tertahan oleh sesuatu yang berat. “Lo pikir, lo doang yang dingin, hah?!” Mata Aya langsung terbuka lebar, suara bariton nan berat khas bangun tidur itu menyadarkanya. Tunggu dulu, seingatnya… dia di kamar ini sendirian. Dia staycation sendirian, tidak mengajak siapapun, apalagi seorang laki-laki. Aya memegangi kepalanya yang masih terasa berputar-putar ketika dia memaksa untuk membuka mata. Tidak hanya kepalanya yang pusing, tapi seluruh tubuhnya juga terasa pegal dan amat kaku, seperti baru saja selesai mengerjakan pekerjaan berat, atau berolah raga. Dengan melawan rasa pusing itu, Aya berup

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN