Memuakkan

1910 Kata

Biru tidak mengejarnya, pun Aya tidak berharap akan dikejar. Dia hanya bersyukur saat bisa tiba di mobilnya dengan aman, tanpa gangguan. Ya, memang lebih baik seperti ini, mereka tak perlu lagi membahas yang telah terjadi. Meski terkadang Aya merasa khawatir kalau lelaki bernama Biru itu tidak bisa menjaga rahasia. Misalnya, bercerita tentang salah kamar malam itu, pada Devan. Belum tentu lelaki bernama Devan itu bisa menjaga rahasia, dan bisa-bisa terungkap perlahan. Yang paling Aya takutkan adalah hubungan satu malam mereka diketahui oleh Lili, kekasih Biru. Karena bukan tidak mungkin wanita itu akan bertindak, entah untuk mempermalukannya, atau sejenisnya. Kini, Aya sudah duduk di dalam mobilnya, tepat di balik kemudi, mesin mobil dan AC sudah menyala, namun Aya masih betah berdiam diri

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN