"Nte, ada telepon." Faza, ponakanku memberikan ponselku yang tadi sempat disita mbak Astrid saat melihatku chat dengan Kiara. Katanya biar aku fokus pada perawatan dan segala persiapan. Aku mengambilnya tanpa melihat layar ponselku terlebih dahulu. "Halo?" Sapaku. "Nay. Ini gue, Ola." Deg. Gerakan tanganku di atas matras berhenti, memusatkan perhatian pada suara serak perempuan di seberang sana yang mengaku bernama Ola. "Ada apa?" Aku tidak dapat menahan ketidaksukaan dalam suaraku. Menenangkan pikiran, aku menikmati pijatan lembut mbak Melly di paha kiriku yang sudah dibaluri lulur. "Gue mau minta maaf, untuk semua kejadian gak menyenangkan yang lo alami karena gue---gue menyesal, Nay." "Hm." "Lo maafin gue kan?" "Hm." "Nay? Maafin gue. Dan selamat untuk acara lo berdua, gue

