Kafka duduk di kursi meja makan, mengamatiku memasak untuk kami. "Kenapa enggak pesen makanan aja? Lebih praktis." "Kemarin mamah kan belanja, masih ada. Sayang aja kalau gak diolah." "Tapi kamu jadi repot masakin semuanya." "Halaah, biasanya juga kamu emang ngerepotin kok." Jawabku, dia nyengir. "Enggak rugi kan direpotin orang ganteng?" Aku memutar mata. Aku membuatkannya capcay, dan rollade saus tiram. Begitu menghidangkan di meja makan, kulihat Kafka sedang memakan buah apel yang tadi kupotong, dengan pisau buah alih - alih garpu. Harusnya aku segera membereskan pisau buah itu. "Kaf, pake garpu. Ini." Aku menyerahkan garpu padanya, ia menatapku bingung tapi kemudian mengambil garpu yang kusodorkan. Aku kembali asyik dengan masakanku, iseng melihat Kafka dan dia kembali menusuk

