Tanggal pernikahan kami ditentukan dua bulan lagi dari hari lamaran. Sebentar eh? Karena Kafka tidak ingin berlangsung lebih lama. Wajahku rasanya hampir terbakar saat Kafka meminta pernikahan secepatnya, bahkan kalau bisa seminggu dari tanggal lamaran. Yang mana langsung ditolak mentah - mentah oleh sang mama. Aku meringis setiap mengingatnya. Dalam dua bulan itu sebenarnya ayah melarang kami bertemu untuk menghindari pertengkaran - pertengkaran kecil yang konon, bisa memicu pertengkaran hebat sampai pembatalan keputusan pernikahan. Tapi, berhubung kami ingin mengurus segalanya berdua. Mau tidak mau, kami tetap bertemu meski dikurangi dari jatah temu biasanya. Pertama menentukan lokasi pernikahan yang mana ini jelas berimbas pada surat - surat pernikahan nantinya. Kami sepakat menikah d

