Lima Puluh Lima

1051 Kata

"Winda udah isi, Gar?" Tanya Kafka, tangannya terulur mengambil segelas kopi yang kubuatkan untuknya. "Alhamdulillah. Lagi ngidam, padahal baru tiga minggu." "Anjaayy, tokcer abang ipar ini. Gak sia - sia honeymoon ke Jepang ya bro?" Kafka tertawa. Bang Tegar menepuk d**a dengan jumawa, "mau gue kasih tahu gak tips-nya?" "Apaan sih abang!" Sergahku kasar. "Boleh lah bro, nanti gue private sama lo." Aku memelototi Kafka, dia semakin girang tertawa. "Gak gratis bro." Lanjut bang Tegar lagi. "Sial! Hahahah pamrih banget lo sama calon adek ipar." "Justru sama adek ipar gue bisa peres abis - abisan." Mereka berdua tertawa seperti penjahat di film - film action. "Apa sih imbalannya?" "Dua tiket pp ke Raja Ampat okelah." "Hahaha sempak!" Semprot Kafka yang mood-nya sangat baik. Kenapa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN