Mbak Debby, designer yang dipercaya Kafka membuat dua pasang baju pengantin untuk kami tiba di rumahku tepat jam delapan pagi. Bersama asistennya, Asti, membawakan baju yang telah rampung mereka kerjakan untuk kembali dicocokan dengan tubuhku. "Kanaya kurusan gak sih? Kayaknya makin kecil aja." Mbak Debby memutar tubuhku. Aku tidak merasa kehilangan bobot akhir - akhir ini, tersenyum aku mengangkat bahu padanya. "Kamu stress Nay?" Kafka memegang bahuku, ikut melihat ukuran badanku seperti mbak Debby. "Kecapekan kali ya atau kurang tidur." Jawabku aman. "Coba dipakai dulu, nanti mbak lihat kegedean atau nggak. Kalau bisa diakalin pake peniti gimana? Takut gak sampai hari H kalau rombak lagi." Aku mengangguk, "santai aja mbak. Aku coba dulu ya." Gaun berwarna nila pucat ini agak kebes

