bab 25

1521 Kata

KEKANG YANG TIDAK TERLIHAT (Bagian 1) Langit malam menaburkan bintang-bintang seperti luka yang menyala di hamparan hitam. Di balik jendela kaca gedung pencakar langit itu, Alya duduk bersila di lantai dingin, membungkus dirinya dengan selimut tipis. Namun tidak ada kehangatan yang bisa menenangkan pikirannya—bukan dari suhu, bukan dari tempat itu, bukan pula dari orang yang kini berdiri di belakangnya: Reihan. "Aku tak akan kabur lagi," bisiknya pelan. "Tapi jangan kira kau sudah menang." Reihan tidak menjawab. Suara langkah kakinya perlahan mendekat, mantap dan tanpa tergesa, seperti pemilik tempat yang tidak perlu terburu-buru menaklukkan wilayahnya. Ia berjongkok di belakang Alya, tangannya menyentuh pundaknya—sentuhan ringan, namun lebih terasa seperti rantai halus yang membelit.

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN