“Mereka tidak akan aku buat hidup tenang, Shem. Tidak akan! Tersirat sebuah perintah dari anakku Liza untuk merebut Agata kembali. Dia memang anakku, aku dan Liza memiliki karakter sifat yang sama, kami harus mendapatkan apa yang kami inginkan bagaimana pun caranya,” desis Reinhard kembali menatap serius foto pernikahannya dulu dengan Agata. Shem hanya bisa mendesah lelah melihat kelakuan Reinhard. “Tuan, hanya saja perlu saya ingatkan, Nyonya Agata yang sekarang sangat berbeda dengan Nyonya yang dulu. Jangan sampai salah langkah, apa Tuan lupa apa yang saya ajarkan saat Tuan dulu bermain layangan?” Shem mencoba pendekatan secara diplomatis. Reinhard lalu menautkan alisnya, wajah penasarannya seolah mencoba mengingat sesuatu memandang Shem sembari memainkan jemarinya di atas meja. “Ki

