“Apa yang kamu lakukan, Will? Apa, kamu juga memata-matai aku saat aku bertemu dengan Reinhard kemarin?” tanya Agata tidak menyangka jika pria yang dikiranya sempurna, bisa melakukan hal seperti ini. “Agata ...,” lirih Wilbert tidak dapat membela dirinya setelah merasa tertangkap basah seperti. Apalagi yang akan dilakukan dan dikatakannya jika sudah begini. Wilbert lalu meletakan ponselnya dan segera memeluk Agata. Tidak ada lagi pelukan hangat yang dirasakan oleh Agata kala kabut kekecewaan menumpulkan hatinya. Darah Wilbert berdesir membuat tubuhnya kehilangan semangat saat merasakan dadanya sedikit basah dan suara isakan Agata yang beberapa kali merobek hatinya. “Maafkan aku, Baby. Aku takut kehilanganmu, aku khawatir saat itu. maafkan aku,” lirih Wilbert dengan sejuta keresahannya

