Ia hanya dapat memandang nanar Agata saat ia berdiri dan melangkahkan kaki jenjangnya keluar dari kamar tersebut. Agata lalu membuka pintu dan mendapati Liza menatap kecewa padanya dan mengalihkan pandangannya kepada Reinhard yang masih berlutut sambil menunduk. Sorot mata Liza hanya memancarkan sebuah kata ‘penderitaan’. “Kita, kembali Mom?” tanya Liza lalu menggandeng Agata dengan erat sambil menarik nafasnyaa berat, “Iya, kita kembali. Sampai jumpa, Shem.” Agata lalu pergi meninggalkan koridor tersebut. Agata berjalan keluar dari koridor tersebut dengan seribu keyakinan bahwa ia tidak salah mengambil dengan keputusannya kali ini. Sedangkan, Liza berjalan dengan sejuta keresahan di hatinya, entahlah bagaimana pun melihat Reinhard dan meninggalkannya seolah mengabaikan sesuatu yang

