Fabian melajukan motornya keluar dari rumah Elisa. Ia menarik napas panjang, mencoba tak menyesal saat menolak pembicaraan dengan Elisa. Ia tak sanggup menerima undangan yang mungkin akan gadis itu berikan, ia tak mau dan tak mau mendapat undangan itu dari siapapun. Ia menuju kosan Made. Ia bahkan terpaksa berbohong pada gadis itu demi menghindarinya. Kurang dari setengah jam, ia sampai di parkiran kosan saat Made baru saja turun dan menuju mobilnya. "Mau ke mana lo?" Fabian membuka helm dan melihat Made terkejut melihatnya. "Ngapain lo di sini?" Made tak menjawab. "Main lah." Kata Fabian, ia turun dari motor lalu menghampiri Made. "Gue mau pergi." Kata Made sambil menaruh tas ranselnya di dalam mobil. "Gue gak buta, makanya gue tanya, lo mau ke mana?" "Ke Bogor, ke rumah ka

