Hujan reda, sekitar pukul delapan. Maya tengah berbaring di lantai, dan paha Juna sebagai bantalannya. Awalnya mereka cukup canggung dengan posisi seperti ini, tapi Juna yang selalu mencairkan suasana dengan berbagai jurus, termasuk kalimat-kalimatnya yang menyejukkan hingga Maya cukup nyaman di buatnya. "Udah reda kan Mas, hujannya?" Maya menyadari kala tak mendengar lagi suara rintik hujan. "Udah,” Sahut Juna yang sedari tadi memainkan alis istrinya dengan jari-jarinya. "Kok nggak bilang sih? Ayo kita pulang, mungkin hujannya cuma reda sebentar. Takutnya nanti malah hujan lagi.” Maya langsung bangun dan mengubah posisinya menjadi duduk. "Lihat kamu nyaman banget dengan posisi ini, jadi nggak tega kalau harus bangun," Dan kini Juna memainkan ujung jilbab yang di kenakan Maya. Seja

