Hari demi hari berlalu, hari yang di nanti Maya pun tiba, haidnya sudah selesai. Dan pagi ini tugas Maya sebagai istri sudah selesai, melayani pakaian dan sarapan suaminya hingga mengantarkan Juna ke pintu utama sebelum bekerja. Rasanya tak sabar menanti suaminya pulang nanti agar bisa melaksanakan ibadah salat berjamaah pertama bersama suaminya. "Nanti pulang jam berapa, Mas? Tengah malam ya?" Maya sudah hafal betul, bahkan dari sebelum jadi istri. Juna pasti tak pernah pulang cepat. "Nggak lah, ngapain lama-lama di kantor? Sore juga udah pulang." Maya mencium tangan Juna layaknya seorang istri, sembari itu Juna mengusap kepalanya. "Biasanya kan malam, Mas." "Sekarang beda, ada yang bikin betah di rumah." Juna menarik kepala Maya, mencuri kecupan di keningnya. Kemudian langsung

