Pulang Kampung

2585 Kata

Pukul sebelas siang, Abrisam datang ke kostan Dea untuk menjemput Sabila. Hari ini Sabila akan pulang ke Bandung karena ujian semesternya pun telah selesai. Tidak banyak pakaian ataupun barang yang dibawanya, hanya yang diperlukannya saja. Namun sejak keberangkatannya menuju rumah Wulan sebelum ke Bandung, wajah Sabila tampak tak karuan. Bukan cemberut kesal, melainkan gelisah, tidak ceria, tidak seperti biasanya. Hari ini Abrisam akan bertemu keluarga besar dan mengutarakan niatnya untuk melamar. Hatinya merasa ini mimpi, sulit untuk dipercaya. Hubungannya bersama Abrisam yang semula hanya pura-pura, kini akan menjadi nyata. Pria itu bukan mengajaknya memadu kasih sebagai kekasih, tapi mengajaknya untuk memulai rumah tangga. Entah harus mendeskripsikannya dengan kata-kata apa, yang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN