Arga menggenggam ponselnya erat. Berkali-kali ia mencoba menelpon Alula, namun tidak pernah ada jawaban. Hanya suara operator yang dingin dan menusuk telinga, menyatakan bahwa panggilannya tidak dijawab. "Alula.. angkat dong," gumamnya pelan, hampir seperti doa. Suaranya berat dan serak. Ia kembali menekan tombol panggilan. Nada sambung terdengar, membuat jantungnya seolah berhenti sejenak, berharap kali ini akan terdengar suara lembut yang dirindukannya. Namun lagi-lagi… tidak diangkat. Arga terdiam, memandangi layar ponsel yang menunjukkan panggilan berakhir. Perasaannya campur aduk. Cemas, sedih, dan penuh penyesalan. Ia tahu Alula butuh waktu, tapi hatinya tak sanggup jika harus menunggu terlalu lama. Dengan cepat, ia membuka chat, mulai mengetik pesan: "La, aku tahu kamu kecewa.

